Mendekati New Normal, Kominfo Awasi Kualitas Service Telekomunikasi

Posted on

Mendekati implikasi masa ‘New Normal’, service telekomunikasi tentu saja jadi salah satunya bagian penting yang akan menggenggam fungsi sentra, khususnya sebab masih ada kebijaksanaan kerja serta belajar dari rumah.Karena itu, Kementerian Komunikasi serta Informatika (Kominfo) akan memantau kualitas service telekomunikasi untuk membuat warga masih nyaman untuk kerja serta belajar dari rumah.

“Dengan lakukan pengukuran QoS, service suara serta data internet mobile, pada operator mobile buat pastikan service sempurna telekomunikasi,” tutur Menteri Komunikasi serta Informatika, Johnny G Plate, dalam pertemuan virtual, Jumat (22/5/2020).

Menurut Johnny, bagian industri telekomunikasi serta infrastruktur telekomunikasi jadi fundamen terciptanya ekosistem di masa New Normal.

Di saat diresmikan kebijaksanaan belajar serta kerja di rumah, menurut Johnny, berlangsung pengalihan relevan lalu lintas dari perkantoran, perguruan tinggi serta sekolah ke permukiman dengan peningkatan lalu lintas seputar 10-15 %.
Disamping itu, hasil pengukuran pada service suara (voice) memperlihatkan kesuksesan panggilan rerata sebesar 94,21 %.

Sedang pada pengukuran service data memperlihatkan jika tingkat kecepatan unduh rerata internet mobile sebesar 15,57 Mbps, kecepatan unggah rerata 13,34 Mbps serta latency 27,37 mili second.

Mendekati New Normal, Kominfo Awasi Kualitas Service Telekomunikasi

Pengukuran dilaksanakan pada pemakaian streaming pada Youtube serta WhatsApp, dimana didapat
tingkat kesuksesan rerata untuk Youtube sebesar 84,82 % serta WhatsApp sebesar 90,6 %.
Pada daerah yang hasil pengukurannya tidak baik, Kominfo akan bekerjasama dengan pelaksana mobile
untuk lakukan usaha perbaikan atau tingkatkan kemampuan jaringan telekomunikasi.
Menurut Johnny, COVID-19 sukses memaksakan untuk mengganti kebiasaan-kebiasaan dengan cara
mencolok, seperti hubungan fisik atau bertemu muka di dunia riil yang beralih ke dunia virtual dengan manfaatkan perkembangan tehnologi telekomunikasi.

“Kami lihat berlangsungnya pemercepatan peralihan ke ranah digital seperti tingkatkan e-commerce,
bertambahnya pemakaian uang elektronik dalam transaksi ekonomi dan pemakaian tanda-tangan digital di ranah hukum,” tutur Johnny.

“Sesudah epidemi ini berlalu, kebiasaan-kebiasaan itu tetap akan terikut untuk langkah protektif pada
penebaran virus di kehidupan setiap hari serta kita akan masuk babak new normal. New normal ialah kebiasaan-kebiasaan baru yang ada semenjak babak Epidemi COVID-19 serta jadi kenormalan baru saat epidemi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *